Suasana jalan di sekitar rumah kediaman Bambang nampak sepi. Kemudian, kedatangan dua buah motor matik memecah keheningan malam. Motor-motor itu memasuki gang kecil yang mengarah ke rumah kediaman Bambang.
Pak Didin bersama Bu Atun menaiki motor matik berwarna biru, dan satu motor matik lagi yang berwarna kuning dikendarai oleh Sindi seorang diri. Mereka berhenti tepat di depan rumah nek Mirah, neneknya Bambang.
"Assalamu'alaikum," ucap Pak Didin sambil mengetuk pintu depan rumah kediaman Nek Mirah.
'JLEK.'
Pintu itu terbuka, dan yang membukakan pintu adalah Owel.
"Eh, Om Didin," ucap Owel, "Silahkan masuk, Om," sambung Owel sembari membukakan lebar pintu agar Pak Didin beserta keluarganya bisa masuk ke dalam rumah. "Nek," seru Owel, memanggil Nek Mirah.
"Ya, kenapa, Wel?" sahut Nek