Waktu pada jam dinding berbentuk bundar yang berada sekitar dua meter di atas televisi telah menunjukkan pukul dua tepat, dengan diiringi hawa panas dari teriknya matahari di luar rumah.
Bambang masih berbaring di atas kasur tipis yang tergelar di depan lemari televisi. Kedua matanya terpejam sambil menindih dahinya dengan lengan kanan. Kedua telinganya masih saja menangkap suara keruh yang berasal dari dalam loteng. "Masih lama nggak sih om Wasil bangunnya?" Bambang mendengus kesal seiring bibirnya mengerucut.
Detik berikutnya, kedua telinganya menangkap suara dari televisi yang berada di atas lemari tepat di depan dirinya berbaring. Kedua matanya seketika terbuka, dan mendapati pemandangan sebuah acara sinetron yang ditampilkan di layar televisi.
Bambang mengerutkan kedua keningnya, m