Bambang membuka kedua matanya, sedetik sebelum suara alarm dari smartphone yang tergeletak di sampingnya berbaring membuat sepenjuru ruangan dalam rumah menjadi berisik. Tubuhnya beranjak duduk, kepalanya menoleh ke arah jam bundar yang menempel sejengkal di atas cermin samping kanan jendela.
"Yah! Baru jam setengah tujuh pagi," gumam Bambang mendengus pelan. Tubuhnya kembali terhempas dan terbaring di atas tempat tidur. Matanya menatap lurus langit-langit loteng, kelopak yang melindungi kedua matanya masih terasa perih. Ia kerjapkan beberapa kali kelopak matanya, berusaha menghilangkan perih pada kedua bola mata. Namun, usahanya kali ini tak berhasil. Mulutnya membuka lebar seiring tarikan nafas dalam sampai memenuhi rongga d**a yang kemudian menghembus pelan. Membuat perih kedua matanya