Bambang mengencang-kendurkan lipatan di antara kedua keningnya. Kelopak matanya memicing, membantu sorot penglihatannya ke arah rumah Mirah neneknya yang berseberangan rumah kediamannya. Dilihatnya di seberang sana, Lala sedang mendaratkan telapak tangan kanan di atas pundak kiri Sandi. Wajah Lala terlihat seperti memohon, sedangkan wajah Sandi seperti kesal akan sesuatu. Detik berikutnya, dilihatnya Sandi menepis tangan kanan Lala, membuatnya seketika melotot tajam dengan wajah marah memandangi pertengkaran itu.
"Lala sama Sandi bertengkar deh kayaknya." Kedua bola mata Bambang berputar. "Dasar tuh orang! Sama perempuan kok kasar banget? Mana perempuannya itu Lala lagi! Aku nggak terima kalau Lala sampai diapa-apain sama dia!" dengus Bambang ber-empati karena melihat wanita yang masih me