"Tapi kok sampai mau selesai aja sandiwaranya, kan baru aja mulai?"
"Kayaknya dia juga sudah patah arang, rasaku," jawab Tanti. "Percuma juga pura - pura. Capek juga hidup harus pura - pura kayak gitu. Sementara si sahabatnya ini kan sempat cuek juga."
"Cuek?"
"Iya," kata Tanti. "Kawanku nggak disapanya. Pokoknya didiamin aja sama dia."
"Kenapa gitu?"
"Mungkin dia marah," jawab Tanti. "Nggak suka dilarang - larang sama pacarnya kawanku tadi. Jadi sekalian aja dia cuekin kawanku."
Arman menyandarkan punggung ke kursi, matanya menerawang sebentar.
"Sementara kawanku terus ngeliat sahabatnya itu sama pacarnya itu kan? Tiap hari!" lanjut Tanti. Nada suaranya melambat. "Bayangkan aja Bang. Dia duduk di kantin, ada dia lihat sahabatnya itu lagi ketawa - ketawa sama ceweknya. Jalan juga sa