Arman mengangkat alis.
"Kaget lah sahabatnya ini kan," lanjut Tanti. "Kok kenapa aku dilarang - larang mau ke sini. Padahal udah biasanya dia datang. Dari dulu."
"Terus?"
"Ya memang nggak bisa dilarang sahabatnya ini, ditanyanya terus, kenapa .. kenapa," jawab Tanti. "Soalnya selama ini kalau dia mau datang, ya suka - suka dia aja. Cemana lah ya bilangnya. Orang sudah lama akrab, dari kecil loh, Bang."
Arman mengangguk, matanya sedikit menyempit, mencoba memahami benang kusut cerita itu.
"Hmm."
"Jadi kawanku ini mulai merasa terdesak ditanya kenapa ... kenapa," lanjut Tanti. "Entah dapat ide dari mana. Kawanu bilang kalau pacarnya nggak suka sahabatnya ini datang ke rumahnya."
Arman langsung terlihat bingung.
"Pacarnya siapa ini maksudnya?" tanyanya. "Tadi kamu bilang kawannu ini n