"Terus apa aja dibilangnya?"
Tanti menghela napas, menirukan nada suara orang yang ia ceritakan.
"Katanya, nggak usah dekat - dekat sama pacarku lagi. Kulihat kau dikit - dikit mengandalkan dia. Apa - apa dia, apa - apa dia. Kayak nggak ada orang lain."
"Pedas juga."
"Karet dua itu bang."
"Apa itu karet dua."
"Ah abang nggak pernah beli gado - gado memangnya? Kalo yang pedas kali biasanya karetnya dua bang."
Arman masih bingung.
"Udahlah, jangan dipikirkan, pokoknya pedas lah," kata Tanti menyudahi soal karet dua karena wajah Arman masih seperti orang bingung.
"Padahal ya bang," lanjut Tanti,"... susah kali dia ngelarang sahabatnya itu supaya nggak usah sering - sering datang, nggak ada disuruh - suruhnya kayak kata cewek itu.
"Wah nggak bener itu cewek."
"Itu belum habis, ban