Dede menelan ludah.
Ia tahu dan sadar betul.
Rasa sukanya pada Arsya adalah sumber dari semua kekacauan kecil ini. Perasaan yang tidak pernah ia rencanakan, tapi juga tidak bisa ia hentikan. Dan Sandra … entah kenapa terasa berbeda. Bukan seperti mantan - mantan Arsya sebelumnya yang hanya lewat sebagai cerita singkat.
Sandra hadir lebih agresif dan protektif dan dengan terang - terangan menunjukkan rasa tidak sukanya dengan keakrabannya dengan Arsya.
Dede menghela napas panjang.
"Kenapa?"
Suara Arman yang tiba - tiba muncul di sampingnya membuat Dede tersentak.
"Apanya yang kenapa, Bang?" tanya Dede gugup.
"Kok kamu menghela napas?" Arman menatapnya heran. "Kamu kenapa?"
Dede terdiam sesaat. Ia tidak menyangka helaan napasnya akan diperhatikan.
"Enggak," jawabnya cepat. "Aku bin