Arsya refleks mundur setengah langkah, jelas terkejut.
"Ih kamu," protes Sandra. "Masa nggak ngucapin selamat?"
"Kan tadi aku bilang selamat ulang tahun," jawab Arsya singkat.
Nada suaranya datar. Ia jelas tidak berniat cipika - cipiki di tempat umum. Ia khawatir Dede ada di restoran ini juga, dan ia tidak mau terlihat pamer atau berlebihan.
Sandra mendengus kecil, lalu tersenyum lagi seolah tak terjadi apa - apa.
"Ya udah deh. Ayo, ketemu dulu sama Papa Mamaku."
Sebelum Arsya sempat menolak, tangan Sandra sudah meraih pergelangan tangannya. Arsya tidak enak menarik diri, jadi ia menurut saja, meski tubuhnya terasa kaku.
Mereka berjalan ke sudut restoran, tempat Papa dan Mama Sandra berdiri bersama tiga sahabat Mama Sandra. Percakapan mereka terdengar riuh, penuh tawa orang dewasa.