Papa Kana menggeleng.
"Nggak."
"Nah kan," Mama Ana kembali menatap Arman. "Berarti belum."
Arman menghela napas kecil.
"Ya udahlah, nggak usah dipikirkan kali. Sekarang kan udah tahu."
Mama Ana masih terlihat ingin bertanya, tapi kemudian mengibaskan tangan kecil.
"Ya udahlah. Mama mau mandi dulu."
"Nanti aja lah," tahan Papa Kana. "Makan aja dulu."
Mama Ana melirik ke arah ruang makan.
"Kayaknya hampir siap tuh."
Ia berjalan ke ruang makan, mengecek meja yang sudah tertata. Beberapa menu masih belum diletakkan, tapi nasi sudah mengepul, lauk-lauk sudah siap. Ia kembali ke ruang keluarga mengajak makan.
"Yuk lah kita makan," ajaknya.
Papa Kana dan Arman langsung berdiri. Mereka bertiga menuju meja makan. Suasana rumah terasa lebih tenang setelah Arsya pergi, karena memang biang