"Ada apa?" tanya Arsya, lebih serius sekarang.
"Nggak ada apa - apa," jawab Sandra cepat. "Cuma kangen aja."
"Besok juga ketemu di sekolah."
Sandra menekan bibirnya. Ia tahu jawabannya akan seperti itu. Selalu logis dan masuk akal, tapi entah kenapa tidak pernah benar - benar menenangkan.
"Kan aku kangennya malam ini," katanya pelan. "..dan aku mendadak pengen banget makan siomay."
Hening sebentar di seberang sana, tidak ada tanggapan dari Arsya.
"Kamu tahu nggak siomay yang enak di mana?" lanjut Sandra.
"Nggak tahu," jawab Arsya singkat.
Sandra menghela napas.
"Kamu suka makan siomay nggak sih?"
"Suka - suka aja."
"Biasanya beli di mana? Aku kan belum begitu paham Medan."
"Mana pernah aku beli di sini," kata Arsya. "Di rumahku selalu ada kok."
Kalimat itu membuat Sandra terdi