"Makasih ya," potong Dede dengan nada sinis. "Sudah lengkap kali itu informasinya ke Lia. Pasti sudah sampai ke telinga si Sandra itu."
"Tergantung si Lia lah," jawab Tanti. "Disampaikan apa nggak sama dia ke Yeni. Kalau sampai… ya nggak tahu aku."
"Ya nggak tahu aku," ulang Dede, menirukan nada Tanti dengan nada sedikit mengejek.
Di seberang sana, Tanti malah tertawa.
"Memang betulan nggak tahu, aku," katanya ringan. "Apa mau ku tanya dulu sama si Lia?"
"Udah," jawab Dede cepat. "Stop kubilang."
"Takutnya kau penasaran."
"Udah nggak penasaran aku."
"Oh ya baguslah," Tanti terdengar lega. "Aman kalo gitu. Kek mana kalo kita istirahat dulu, udah jam setengah sembilan ini, ngantuk juga rasanya."
"Ya sudah," sahut Dede dingin. "Kau tidurlah. Semoga kau mimpi buruk ya."
Tanti tertawa