"Enak kali maaakk … dingin," kata Tanti lebay sambil menjatuhkan diri ke kasur.
Dede cuma mendengus. "Padahal di mobil tadi juga dingin. Paling lima menit kena panas depan sekolah."
Dede langsung ke kamar mandi, mencuci kaki dan tangan, lalu ganti baju. Saat ia keluar, dua gelas es sirup sudah ada di meja kecil. Kak Tiar sedang berdiri dekat pintu, ngobrol santai sama Tanti.
"Nggak mau makan, De?" tanya Kak Tiar.
"Masih kenyang, Kak. Tadi makan bakso."
"Padahal ada siomay sama batagor lho. Kalau mau kakak ambilkan."
Dede menoleh ke Tanti. "Kau mau?"
"Mau-mau aja."
"Boleh lah, Kak. Kakak bikin ya?"
"Mana lah bikin," kata Kak Tiar sambil tertawa. "Itu bapaknya Arsya yang bawa dari Bandung. Sedus dikasihnya."
"Ooo… bapaknya si bebeb yang bawa. Cocok kali itu," celetuk Tanti tanpa mi