"Kan, ngancam maennya."
Tama cuma bisa geleng - geleng kepala. Ia sudah mulai terbiasa dengan dinamika dua cewek ini. Ribut, tapi cepat juga baiknya.
Mereka pun memesan makanan, masih ada lima belas menit lagi sebelum bel masuk.
Tanti makan bakso dan es jeruk, Dede makan bakso juga tanpa minum.
"Bang," panggil Tanti tiba-tiba, "...abang nanti mau kuliah di mana rencananya?"
"Aku tetap ambil Medan, sama Bandung juga," jawab Tama santai.
"Wih, jauh kali sampai ke Bandung, bang. ITB, ya?"
"Kalo bisa. Mau coba Malaysia juga sebenarnya."
"Nah, masih dekat ke Malaysia," komentar Tanti cepat.
Dede menyikut pelan lengan Tanti. "Kalau bang Tama kuliah jauh, kok kau yang resah? Kau ikut nyumbang uang kos, tiket pesawat sama semesterannya, rupanya?"
"Kau ini nggak ngerti basa-basi ya," bala