"Soalnya aku bilang … aku pacaran sama abang."
"Hah?" Bang Tama akhirnya bersuara. "Kau bilang apa tadi?"
"Aku bilang aku pacaran sama abang," ulang Dede cepat, seperti ingin segera menuntaskan rasa malu itu. "Aku tahu ini gila dan nggak masuk akal. Tapi tadi aku udah kepepet kali, Bang."
Beberapa detik kemudian terdengar tawa. Bukan tawa mengejek, tapi tawa kaget yang tertahan.
"Astaga, De," kata Bang Tama sambil terkekeh. "Siapa yang kau bohongi?"
Dede membuka mata. Setidaknya ia hanya ditertawakan.
" Arsya ."
"Arsya? Ada masalah apa kau sama dia ?"
"Ada lah sesuatu, tapi nggak bisa kuceritakan. Pokoknya aku lagi ada masalah sama dia, Bang. Panjang ceritanya. Intinya… aku tadi kelepasan ngomong. Nama yang keluar cuma nama abang."
Tama masih tertawa.
"Jadi sekarang aku ini pacar