"Nanti dipikirnya aku mau pinjam namanya pula buat pinjol," kata Dede nyengir pahit.
"Nggak ada anak SMA yang pinjam pinjol," Tanti terkekeh. "Belum sampai umurmu, pun."
"Ya bisa aja."
"Ya kau jelaskan lah kalo gitu. 'Bang, aku begini - begini sama Arsya, jadi yang teringatku cuma Bang Tama. Maaf ya Bang. Nggak papa kan kita sandiwara - sandiwara sikit?', udah gitu aja, singkat, padat dan jelas."
"Gitu ya?"
"Iya gitu. Kau tambahkan lah ... 'Nanti ku traktir lah bang'. Biar nggak kelihatan murah kali namanya."
Dede menggigit bibir bawah. Dadanya masih terasa tidak tenang, tapi setidaknya sekarang ada arah, meski arah itu terasa konyol dan memalukan.
"Kapan ya enaknya aku ngomong?"
"Nantilah udah mau dekat lulus dia."
"Issh kau nih!" Dede mendengus.
"Habisnya yang kayak gitu aja k