"Aku cuma … senang aja sih sebenarnya."
"Senang kenapa?" tanya Arsya.
"Punya pacar kayak kamu."
Sandra tersenyum lebih lebar kali ini. "Walaupun kadang - kadang kamu lupa memperhatikan pacarmu sendiri."
Arsya langsung tertawa. "Itu kamu aja yang berlebihan."
"Berlebihan gimana," balas Sandra cepat, setengah bercanda. "Aku cuma mau diperhatiin dikit aja."
"Aku perhatiin kok," Arsya mengelak. "Ini buktinya aku duduk sama kamu sekarang."
Sandra mendecih, tapi senyumnya tidak hilang. "Kadang bukan soal duduknya. Tapi perasaannya."
Arsya menyandarkan punggung, mengedarkan pandangannya sebentar.
"Kamu tau kan aku orangnya kayak mana. Nggak bisa kali yang ribet - ribet, dan nggak suka urusanku ada yang ikut campur."
"Aku tau," jawab Sandra cepat. "Makanya aku sabar."
Arsya meliriknya.