Dede pura - pura sibuk membuka bungkus risol.
"Nggak."
Tanti mendecih.
"Iya lah, nggak," sahutnya sarkas.
Bel masuk kembali berbunyi. Sandra sudah tidak ada di lorong. Arsya masuk kelas dengan wajah datar. Tidak menoleh ke arah Dede kali ini. Ia langsung duduk, menatap meja.
Pelajaran berjalan lambat. Dede mulai merasa kepalanya berat, tapi ia bertahan. Sesekali ponselnya bergetar. Grup fisika sudah mulai ramai.
Guys, bagi tugas aja ya.
Aku bagian hitungan.
Aku nyari referensi.
Dede ikut mengetik.
Aku rangkum materi.
Arsya membaca, lalu membalas.
'Bisa nggak besok pulang sekolah kita bahas bentar di kelas kosong?'
Tanti langsung jawab.
'Bisa.'
Dede mengetik juga.
'Bisa.'
Bel istirahat kedua berbunyi. Kali ini beberapa teman mendekat ke meja Dede. Basa-basi. Tanya kabar. De