Tidak ada juga rasa yang perlu disembunyikan Dede.
Yang ada hanya dua sahabat yang tahu caranya menghibur yang sakit dan menemani yang suntuk
Dan saat ini sudah lebih dari cukup.
*
Sejak pagi, perasaan Sandra sudah tidak enak.
Bukan karena nilai ulangan, bukan juga karena pelajaran yang membosankan. Ada sesuatu yang terasa ganjil, dan ia baru menyadarinya saat masuk jam istirahat pertama, ponselnya tetap sepi, tidak ada ajakan ke kantin atau sekedar menanyakan kabarnya.
Biasanya, Arsya selalu sempat mengirim pesan. Entah sekadar, 'ketemu di kantin, ya', atau bahkan stiker tanpa makna. Tapi hari ini, tidak ada apa-apa.
Saat bel istirahat pertama berbunyi, Sandra langsung mendekat ke Yeni.
"Yen, kamu ada lihat Arsya tadi pagi?" tanyanya tanpa basa - basi.
Yeni menggeleng. "Nggak, k