Kak Tiar mendesah kecil. "Mukanya masih ungu. Malu dia."
"Masih sakit katanya?"
"Masih, tapi nggak terlalu. Udah dikasih salep sama ibu dari semalam, minum obat juga. Cuma ya itu… lebamnya masih keliatan. Ibu suruh dia istirahat aja hari ini."
"Hmm … sekarang dimana?"
"Di belakang. Lagi main sama si Trump."
"Nggak ngantor si Trump?" tanya Arsya sambil tertawa kecil.
"Lagi cuti, abis nyerang Venezuela katanya. Jadi nemenin Dede."
"Ih, tau - tau aja kakak soal si Trump."
"Ya iyalah. Itu gunanya nonton tipi, kan?"
Arsya terkekeh lalu melangkah masuk. Rumah itu terasa sama seperti biasa, tenang, dengan aroma diffuser yang lembut dan sedikit wangi rumput basah dari halaman belakang. Begitu melongok ke teras belakang, pemandangan yang ia cari langsung terlihat.
Dede duduk di lantai ber