Tidak lama kemudian, Sandra juga melirik jam tangannya. Gerakannya halus, tapi jelas terbaca.
"Sya," panggilnya lembut. "Kita jalan sekarang aja ya?"
Arsya tidak langsung menjawab. Ia masih berdiri di dekat jendela, menatap keluar, entah apa yang dilihat. Beberapa detik berlalu.
"Nanti aja," katanya akhirnya. "Aku pulang belakangan."
Sandra sedikit terkejut. "Kenapa? Bukannya abangmu tadi bilang ..."
"Iya, aku kan udah jawab iya tadi," potong Arsya. "Tapi aku belum mau pulang sekarang."
Nada suaranya tenang, tapi tegas. Sandra menghela napas pelan.
"Aku mau pulang soalnya nanti mama nunggu. Katanya mau pergi lagi," ujarnya, mencoba alasan lain.
"Kalau mau duluan, nggak apa-apa," jawab Arsya tanpa menoleh. "Nanti aku minta tolong bang Zaki yang antar pake mobilku."
"Udah lah, antar