Menjelang maghrib mereka sudah pulang. Dede langsung kembali ke kamarnya. Satu per satu barang belanjaan tadi ia keluarkan dari tas, lalu mulai menyusunnya di dalam koper. Ia membuka kembali lipatan pakaian, mengatur posisi agar semua muat dengan rapi.
Sementara itu tas kecil berisi dokumen perjalanan yang ia letakkan di dalam tas yang berisi Paspor, print-an tiket, dan beberapa lembar dokumen penting ia cek ulang.
"Sudah lengkap?" tanya Mamanya yang tiba - tiba sudah naik ke kamarnya.
Dede mengangguk pelan. "Sepertinya sudah, Ma."
Ia berdiri sejenak, memandang koper yang kini hampir penuh. Perasaan haru tiba - tiba menyelinap. Ini bukan perjalanan biasa. Ia akan terbang jauh, menempuh waktu berjam - jam di udara, dan dua hari lagi ia akan tiba di Manchester.
Malamnya, setelah makan