Mereka bergabung dengan papa Kana dan mama Ana.
Dan sebelum masuk ke area keberangkatan, Arsya kembali memeluk Dede. Kali ini lebih erat dari yang ia rencanakan.
"Jaga diri," ucapnya pelan di dekat telinga Dede. "Jangan terlalu dekat sama siapa - siapa."
Dede tersenyum di bahunya. "Iya, Pak."
"Kalau ada yang ganggu, bilang saja kamu punya aku."
"Aku memang punya kamu."
Arsya mundur sedikit, menatap wajah Dede seolah ingin menghafalnya lagi. "Video call jangan lupa."
"Kalau kamu yang sibuk nanti?"
Arsya tersenyum, yakin. "Untuk kamu, aku selalu ada waktu."
Panggilan Mama Ana mengajak Arsya masuk mendistraksi obrolan mereka yang tidak ada habisnya.
Arsya menggenggam tangan Dede untuk terakhir kali pagi itu, lalu perlahan melepaskannya. Ia melangkah masuk ke area pemeriksaan, sempat