Mama Ana akhirnya berdiri. "Iya, iya. Mama temani. Sana mandi yang benar, jangan lima menit keluar lagi."
Arsya langsung tersenyum lega. "Memang mamaku ini paling cantik sedunia," ucap Arsya lalu mencium pipi mamanya.
"Kalo ada maunya langsung bilang mamanya cantik. Nanti ujungnya sama aja sama bang Arman, ceweknya yang didulukan, mamanya belakangan!"
Arsya menoleh ke papanya, Papa Kana langsung memberi kode agar arsya memeluk mamanya, Arsya melakukannya.
"Janganlah mama merajuk kek gitu, bang Arman itu kan nggak tahu mama nyuruh dia pulang, mungkin dipikirnya karena ada aku di rumah."
"Mas Arsya juga nanti kek gitu, lihat aja, ntah siapa yang ngajari."
"Papa lah ..."
Papa Kana kaget dituduh begitu.
"Kapan pula papa ngajarin," bantahnya.
"Ngasih contoh kan sama dengan ngajarin, Pa