Begitu masuk ke dalam restoran, aroma kuah asam pedas langsung tercium dari dalam restoran. Bu Des tampak bersemangat, Ayah Yanuar berjalan pelan di sampingnya. Arsya yang mendorong kursi roda neneknya itu.
Di tengah keramaian itu, Mama Ana merasa lengkap. Walau tidak semua anaknya hadir secara fisik, tetapi satu tetap menyapa lewat layar. Yang lain ada di sampingnya. Orang tuanya masih bisa diajak keluar makan bersama, ada adiknya juga. Apa yang lebih membahagiakan dari ini?
Hal - hal seperti inilah yang kelak akan mereka kenang, tawa di dalam mobil, wajah mengernyit mendengar kepala ikan, dan perdebatan ringan tentang siapa cucu siapa.
Sederhana, tetapi penuh arti.
--
Dede membuka kulkas mencari minuman manis. Tiba - tiba saja ia ingin minum sesuatu yang ada rasanya, bukan sekadar a