Mama Ana melihat jam dinding. "Kalau gitu jam sebelas aja lah kita jalan. Suka rame kalau hari Minggu begini. Takut nggak dapat meja."
Semua mengangguk setuju.
Sebagian sudah mandi, hanya saja masih mengenakan pakaian rumah. Hanya Indha yang tampak sudah rapi. Sementara Ayah dan Ibunya masuk kamar untuk bersiap-siap, Mama Ana duduk kembali di sofa mendekati Indha.
"Ndha ..."
"Iya, Kak?"
"Kalau nanti Mas Arsya wisuda, Ayah sama Ibu bisa ikut, kau sama Brian yang ngawanin ya. Maksudku, kalau bisa setelah acara wisuda itu, Ayah sama Ibu diajak ke tempat si Mihra aja. Mumpung sudah dekat."
Indha terlihat terkejut sebentar. "Kapan itu, Kak?"
"Desember."
"Lagi dingin ya?"
"Iya. Tapi kan di dalam ruangan hangat."
Indha berpikir sejenak. "Mau lah aku, kak"
"Kau juga ikut, Yan," kata Mam