Dede menatapnya sebentar, lalu bertanya, "Besok kamu ke sini?"
Arsya mengangkat bahu sedikit.
"Lihat besok ya. Takutnya Mama merajuk kalau aku menghilang terus sejak pulang. Mama kan besok libur, entah mau diajaknya ke mana aku besok."
Dede tersenyum tipis. Ia tahu betul tante Ana memang sedang melepas rindu pada anaknya yang lama tidak pulang.
"Ya sudah. Kabari aja. Jangan kayak tadi lagi."
"Iya, sayang," jawab Arsya sambil tersenyum lembut. "Aku pulang ya."
Dede mengangguk.
Mobil Arsya perlahan meninggalkan halaman rumah. Lampu belakangnya semakin kecil sebelum akhirnya hilang di tikungan kompleks.
Dede masuk kembali ke dalam rumah. Ia langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya. Tubuhnya terasa lengket setelah seharian di luar. Ia mengambil handuk, tetapi sebelum masuk kamar ma