Arsya mengangguk dan langsung naik ke lantai atas. Begitu sampai di kamar, ia tidak banyak membuang waktu. Ia segera masuk kamar mandi, membiarkan air hangat mengalir untuk menyegarkan tubuhnya setelah seharian beraktivitas.
Selesai mandi dan salat magrib, ia mengenakan kaus rumah yang nyaman dan celana santai. Rambutnya masih sedikit basah ketika ia duduk di tepi tempat tidur, mengambil ponsel untuk mengecek pesan.
Belum sempat ia membuka aplikasi apa pun, ponselnya berdering.
Nama Dede muncul di layar, panggilan video call.
Arsya langsung menerima panggilan itu.
"Halo?"
"Aku baru sampai di rumah," suara Dede terdengar agak lelah, tetapi tetap lembut.
"Capek?"
"Sedikit. Tadi macet kali. Kamu sudah di rumah Eyang?"
"Sudah dari tadi. Habis mandi ini."
Mereka mulai berbincang ringa