"Oh," balas Monica pelan.
"Udah dulu ya, Mon. Aku masih ada keperluan lain."
"Oke, Mas."
Arsya pun berjalan meninggalkan Monica. Namun baru beberapa langkah, ia teringat sesuatu. Ia berhenti, lalu berbalik badan.
"By the way, thank you ya sudah nawarin. Sayangnya aku nggak butuh. Coba tawarin yang lain aja."
Monica mengangkat jempolnya sambil tersenyum. Arsya membalas dengan anggukan singkat sebelum kembali berjalan menuju gerbang kampus.
Ia tidak ingin bersikap kasar. Ia hanya ingin batasnya jelas. Ia pria setia karena dia berharap pacarnya juga setia. Arsya tahu rasanya kalau salah satu sudah merasa tidak nyaman.
---
Siang ini Arysa sedang tidak ingin ke mana - mana sebenarnya Tapi dia harus membeli makanan untuk makan siangnya. Iya mampir ke salah satu restoran dengan hidangan T