"Iya. Yang Abang bilang cuma ketemu teman kampus. Yang katanya cuma diskusi. Yang Abang bilang sebentar aja."
Arman mulai mengingat.
"Terus?"
Tanti menoleh perlahan. Matanya kembali berkaca - kaca.
"Aku lihat sendiri, bang. Abang duduk dekat kali sama cewek itu. Ketawa - ketawa dan dia mukul tangan abang, dia juga nyender - nyender dan Abang nggak nolak sama sekali."
"Belum lagi aku lihat sendiri abang nggak terima telponku, malah hapenya abang masukkan lagi ke tas ...kek mana nggak sakit kali hatiku ngeliatnya. Jadi selama ini, itu lah yang abang bilang sibuk dan nggak nelpon aku."
Suasana hening beberapa detik.
Arman mencoba mencerna. "Kamu ada di sana?"
Tanti mengangguk pelan.
"Aku memang nyusul Abang ke jakarta. Maksudku memang mau buat kejutan ... nggak tahunya aku yang terke