Tanti menarik napas dalam.
"Kemarin pagi aku berangkat ke sana, jam sebelas. Sorenya aku lihat abang. Tadi siang aku pulang ke KL."
Dede terdiam lama.
Potongan cerita mulai tersusun di kepalanya. Arman yang kebingungan. Tanti yang tiba - tiba menghilang. Dan sekarang ceritanya begini.
"Apa kau lihat abang sedekat itu dengan perempuan yang kau bilang tadi? Ada fotonya? Mana coba kulihat dulu."
"Mereka sedekat itu. Dan aku memang nggak mau ambil fotonya. Sudah terekam semuaanya di kepalaku. Kalau pun dia nggak mau ngaku, nggak masalah lagi buat aku, sudah kutengok sendiri semuanya ... nggak ada cerita orang lain."
"Nggak masalah lagi? Maksud kau apa?"
"Kalau dia memang milih cewek itu, ya sudahlah. Putus aja kami."
Dede langsung menegakkan tubuhnya.
"Jangan sembarangan ngomong kau