"Ya sudah, nanti saja," ucapnya pelan.
Rumah eyangnya sudah dekat. Ia tidak mencoba lagi. Ia berpikir, mungkin Tanti sedang sibuk atau tidak mendengar ponselnya. Nanti saja ia menelepon lagi setelah sampai rumah.
Ia tiba di rumah pukul delapan lewat. Rumah sudah tenang. Lampu ruang makan masih menyala, tetapi meja sudah bersih. Seperti dugaannya, semua sudah makan malam. Sebelum berangkat ke kampus tadi, ia memang sudah memberi tahu yangti bahwa kemungkinan ia tidak makan malam di rumah karena masih ingin bertemu teman - teman untuk membahas tugas mereka dan mungkin pulang malam.
Dan memang akhirnya ia pulang malam.
Ia melepas sepatu di dekat tangga, menjawab salam singkat dari salah satu asisten rumah tangga, lalu langsung naik ke lantai atas. Badannya terasa lengket dan tidak nyaman.