"Kan aku bukan tipemu, gitu kan yang kamu bilang?" tanya Dede bermaksud menyindir.
Arsya menatap Dede, kali ini tidak ada senyum. Tatapannya dalam dan serius.
"Aku salah, ternyata aku mencintaimu dari dulu, sepertinya aku nggak sadar kalo aku sudah merasa nyaman sama kamu dari awal, maafin aku, ya."
Dede mengangguk.
"Janji ya nggak pernah tinggalkan aku."
Arsya langsung mengangkat tangan kanannya seperti bersumpah. "Janji."
"Serius?"
"Serius kali. Kalau aku macam - macam, kamu lapor sama papa dan mamaku, mereka tahu harus gimana."
Dede tertawa kecil, meski matanya masih lembap. "Berani kali kamu."
"Karena aku memang nggak ada niat macam - macam."
Suasana kembali hening. Kali ini bukan hening yang canggung, tapi hening yang penuh rasa. Mereka saling memeluk lebih lama dari biasany