Arsya memijat keningnya.
"Kau lagi nggak ngarang cerita kan?" tanyanya lagi. Kali ini bukan karena tidak percaya, tapi karena ia benar - benar tidak ingat.
"Ah capek lah aku. Terserah kau mau percaya atau enggak. Yang aku ingat ada Opung waktu kau ngomong gitu, kejadiannya di kantin."
Arsya bersandar ke dinding.
Kantin?
Opug?
Tawa?
Dan tiba - tiba, samar - samar ia ingat.
Obrolan ringan. Teman - temannya menggoda soal Dede yang selalu menempel dan dikaitkan dengan Sandra. Lalu ia, yang merasa gengsi, tertawa dan berkata sesuatu seperti, " Dede hanya sahabatnya, dan dia kan tomboy," Arsya memang tidak terlalu ingat tapi kira - kira memang begitu.
Kalimat itu dulu terasa seperti candaan. Seperti cara menyelamatkan diri dari ejekan teman - teman.
Tapi sekarang, rasanya seperti belat