"De?" suaranya naik satu oktaf.
Dede memejamkan mata lagi. "Iya. Aku."
Beberapa detik hening. Lalu Arsya tertawa kecil, terdengar campur aduk antara kaget dan senang.
"Astaga," katanya. "Mimpi apa aku semalam, kok nggak ngira kamu mau nelpon aku."
Ucapan itu membuat sudut bibir Dede bergerak tanpa sadar. Canggungnya sedikit mencair.
"Kek mana kabarmu sekarang?" tanya Dede akhirnya.
"Aku baek - baek aja," jawab Arsya cepat, nadanya riang. "Kamu sehat aja kan, sudah hilangkan jetlag nya?"
"Sudah lah, sudah lama hilang jet lag ku," jawab Dede, meski suaranya tidak yakin. "Kamu … nggak kuliah?"
"Sudah pulang," jawab Arsya. "Baru satu jam yang lalu. Ini habis pulang makan siang."
Dede mengernyit kecil. "Makan siang? Bukannya sekarang hampir jam tiga ya?"
"Iya," Arsya tertawa kecil. "