Dede sampai lupa berkedip ketika mendengarkan cerita Tanti.
"Kata Mamaku, dia cuma bilang Valentino itu anak baik, rajin ibadah, pintar pula orangnya. Tapi ya, De … kalau cuma ngomong ibadah, mana mungkin Mamamu langsung nebak sejauh itu. Pasti ada lah disebut - sebut ibadah Minggu atau hal spesifik lain, makanya Mamamu jadi makin yakin."
Wajah Dede terlihat bengong. Tatapannya kosong, seperti layar mati.
"Mama bahkan nggak tahu kalau kalian putus gara-gara itu," tambah Tanti. "Dia baru tahu tadi malam. Dan Mamaku juga nggak pernah berniat ngomong soal keyakinan. Jadi betul, Bu Ida nggak mengadu. Cuma cerita sesama orang tua."
Kepala Dede berdengung. Suara Tanti seperti datang dari kejauhan.
"Jadi …" katanya terbata, "… betul ya mamamu yang ngomong?" ulang Dede
"Iya," jawab Tanti pel