Jantung Tanti berdegup lebih cepat. Ia menegakkan punggungnya, wajahnya berubah serius.
"Jadi Mama cerita sama Tante Indah?"
"Iya," jawab Mama Ida heran. "Kenapa rupanya?"
Tanti menepuk jidatnya pelan.
"Tante Indah langsung suruh Dede putus sama bang Valen, Ma. Dan Dede ngira si Arsya yang mengadu ke mamanya soal bang Valen ini."
Mama Ida terdiam.
"Kebetulan hari itu Arsya ada telepon Tante Indah nyari si Dede," lanjut Tanti. "Jadi dia dendam kali sama Arsya. Dia kira Arsya yang buka mulut."
"Owwh ..." Mama Ida menghela napas panjang. "Nggak tahu Mama. Kami kan cuma ngobrol biasa. Nggak ada pula Mama sebut - sebut agamanya kok. Cuma Mama bilang dia rajin ibadah. Kayak gitu rasanya. Bukan mau khusus mengadukan si Valentino itu."
"Iya, aku tahu, Ma." Nada suara Tanti mulai melunak. "