Angin menggerakkan ujung rambutnya. Ia membayangkan Dede sendirian diantara orangtuanya di bandara, dengan koper dan pikiran yang penuh.
"Ini ada rahasia ..." ucap Tanti dan membuat Arman menoleh.
"Rahasia apa?"
"Sebenarnya aku sudah melanggar janji kalau cerita ini sama Abang, tapi ya sudahlah ya ... Mungkin ada perlunya juga aku sampaikan ke abang."
Arman memutar posisi duduknya sehingga berhadapan dengan Tanti.
"Sebenarnya Dede itu sudah lama suka sama Arsya, tapi kan Arsya nggak nanggapin sama sekali ... Ya mungkin juga Arsya nggak tahu. Tapi kalimat Arsya yang bilang Dede bukan siapa - siapa dan Dede juga bukan tipenya itu, kayaknya membekas kali di hati dan pikiran Dede. Pahamkan maksudku?"
Arman mengangguk.
Arman masih mendengarkan dengan serius, walaupun dia sudah tahu cerit