Mereka tiba di Brussels sore hari.
Airbnb di sana berada di kawasan tenang, apartemen dua kamar, cukup luas, modern, dengan dapur lengkap. Seharusnya nyaman. Tapi malam pertama di Belgia terasa dingin, bukan karena cuaca, melainkan karena tidak ada lagi percakapan yang menghangatkan.
Hari - hari di Belgia berjalan seperti kewajiban. Mereka mengunjungi Bruges, kota kecil yang cantik dengan kanal - kanalnya. Bangunan tua, jalan berbatu, suasana romantis yang ironis. Dede berjalan lebih cepat dari Arsya, tidak lagi menyesuaikan langkah.
Mereka duduk di kafe tanpa bicara. Naik perahu kanal dalam diam. Memotret tanpa saling menunjukkan hasilnya.
Arsya mencoba mengalah, beberapa kali ingin bicara, ingin menjelaskan, tapi setiap kali melihat wajah Dede yang dingin, niat itu runtuh sebelum sem