"Terus Papa bilang," lanjut Arman, "... mau sekalian ajak kamu makan malam juga."
Dede menghela napas lagi, kali ini lebih panjang. "Ais ... malas lah aku."
"Kenapa malas?"
"Kalau datang, ya datang. Tapi aku nggak mau ikut, nggak enak lah ... itu kan acara keluarga Om Kana," gumam Dede.
Arman menatapnya sebentar. "Kamu ini dari kecil memang sudah dianggap anak rumah itu juga. Kamu biasanya ikut - ikut aja, nggak ada pernah bilang nggak enak. Dulu nggak diajak pun kamu minta diajak."
"Itu kan anak SD, bang ..."
Tanti yang duduk di belakang menyandarkan kepala ke sandaran kursi, memperhatikan obrolan mereka sambil diam. Ia sudah hafal pola ini. Setiap kali nama keluarga Arsya disebut, Dede selalu berubah jadi lebih lembut, lebih patuh, lebih tidak bisa menolak.
Arman kembali fokus men