Malam terakhir di Paris, mereka berjalan pulang dengan langkah pelan. Taksi sengaja diminta berhenti agak jauh dari penginapan, alasannya sederhana ... Mau cari angin sekalian menurunkan makanan di perut mereka supaya bisa tidur enak. Perjalanan besok sudah dimulai lagi, mereka akan menyusuri negara lain di benua ini. Tapi di kota cinta ini, ternyata tidak memaksa siapa pun jatuh cinta atau harus menyatakan cinta. Ia hanya menyediakan ruang.
Dan di ruang itu, dua orang yang sama - sama berhati - hati mulai belajar duduk berdampingan tanpa harus menjanjikan apa pun.
---
Pagi keberangkatan dari Paris datang dengan suasana yang lebih tenang dari dugaan Dede. Tidak ada rasa berat seperti saat meninggalkan Manchester atau Edinburgh. Mungkin karena empat hari terakhir sudah cukup memberinya r