Hari kedua di Paris ditutup dengan makan malam sederhana. Mereka membeli makanan dari deli halal kecil dan membawanya pulang ke apartemen. Makan di meja kecil, di depan tempat tidur Arsya sambil membuka jendela, membiarkan udara malam masuk.
Hari ketiga, ritmenya masih sama. Pelan. Mereka naik metro, turun di stasiun - stasiun yang tidak terlalu ramai. Mengunjungi tempat ikonik Paris tanpa merasa harus menaklukkannya. Ada waktu ketika mereka hanya duduk lama di taman, melihat orang - orang, mendengarkan musisi jalanan dan ada pula waktu ketika mereka berjalan tanpa tujuan jelas, hanya mengikuti langkah.
Sempat Arsya mengajak Dede masuk ke beberapa butik dan toko pakaian. Bukan toko sembarangan, jelas kualitasnya. Dede memegang satu dress cukup lama, menimbang - nimbang.
"Kamu mau pakai