"Bagus kali kampusnya," ujar Mama Indah spontan. "Kalau kamu mau ambil S2 nanti di sini juga nggak apa - apa, De."
Dede hanya tersenyum tipis. Ia tidak menanggapi, tidak juga menunjukkan minat. Pandangannya justru teralih ke halaman kampus yang luas, seolah pikirannya melayang ke tempat lain.
Hari itu mereka juga berkeliling Manchester, mengunjungi beberapa spot kota dengan santai.
Di satu titik, Papa Sapta bertanya kenapa Arsya tidak menggunakan mobil pribadi di kota itu.
"Mas Arsya nggak mau dibelikan mobil," jawab Papa Kana santai.
"Iya, Om," sambung Arsya melihat ke arah Papa Sapta. "Nggak terlalu perlu juga. Dari apartemen ke kampus dekat. Kalau mau ke luar kota atau agak jauh, aku bisa sewa mobil aja untuk satu atau dua hari," jelas Arsya.
"Oh bagus juga ya. Tapi banyak kenal a