"Itulah," sahut Mama Indah. "Makanya aku nggak mau bikin ini jadi masalah besar buat dia. Apalagi momennya sudah mau liburan. Nanti ketemu Arsya, terus mereka jalan - jalan, mungkin jadi lupa dia."
"Ya semoga aja lah," kata Mama Ana sambil tersenyum kecil. "Kalau bisa sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Mana tahu berjodoh berdua, kan?"
Mama Ana terkekeh pelan. Mama Indah ikut tertawa, meski tawanya terdengar lebih singkat.
Di sisi lain ruang tunggu, Papa Kana dan Papa Sapta duduk agak berjauhan, Mereka berdua juga terlihat sibuk ngobrol, pasti tidak jauh - jauh dari bisis atau olahraga. Mereka tidak mendengar percakapan para istri, dan mungkin memang tidak perlu.
Tidak lama kemudian Dede sudah kembali lagi ke ruang tunggu, dan terdengar suara pengumuman boarding menggema di se