Nama itu membuat Dede langsung terdiam lagi. Kali ini lebih lama.
"Aku masih kesal sama dia," katanya jujur. "Ini belum terbukti aja, kalo nanti aku bisa dapat bukti kalau memang dia yang ngomong ke mama soal Valen, nggak akan aku maafkan dia, lihat aja nanti."
Tanti menghela napas, sudah menduga jawaban itu.
"Aku tahu kau lagi marah, De. Tapi aku kenal Arsya., kau pun pasti lebih tahu. Soal cinta - cintaan kayaknya dia memang t***l. Tapi sampai ngadu - ngadu ke Tante Indah soal beginian? Kok aku nggak yakin, ya. Coba kau pikir betul - betul."
"Nggak ada yang cuma kebetulan, Tan," jawab Dede masih terdengar emosi. "Memangnya mamaku ketemu sama siapa sampai ada yang ngomong soal kami? Pasiennya? Atau susternya?"
"Tante Ana mungkin?"
"Tante Ana nggak akan tahu kalau kau sama Abang ngga