"Halo," suara Dede terdengar pelan.
Tanti langsung menghela napas panjang, seperti baru saja menahan napas sejak berhari - hari lalu.
"Akhirnya. Tapi kenapa mukamu kayak zombie gitu? Patah hati berat kayaknya," goda Tanti mencairkan suasana.
Dede mengangkat bahu sedikit.
" Kau mau nyoba juga?" jawabnya singkat.
Tanti mendengus kecil. " kalau makanan mau aku, tapi kalau patah hati nggak lah, makasih banyak."
Dede tidak langsung menanggapi. Matanya bergeser ke samping, lalu kembali menatap layar.
"Kau masih di kampus?" tanyanya.
"Menurut kau? Memangnya bisa dalam setengah jam aku sudah sampai di Medan? Ini aku cari pojok sepi kek mau nelpon pacar aja asal kau tahu. Jadi cemana … cepatlah cerita, sudah berapa hari ini kau diamkan aku, bikin penasaran aja," kata Tanti, nada suaranya te