Dede mendengus kesal mengingat kejadian itu.
"Semak kali aku lihat dia nelpon itu, Kak. Masa dibilangnya Bang Valen itu sopirku yang gantiin Bang Zaki."
"Hah?" Kak Tiar kaget. "Kok bisa gitu?"
"Itulah kurang ajarnya dia."
"Bilang apa lagi dia?"
"Banyak kali cakapnya," jawab Dede, semakin berapi - api. "Memang yang diomongkannya itu soal liburan kami nanti, tapi menurutku nggak pas aja waktunya. Apalagi udah berbulan - bulan loh, Kak. Kalau kami video call bertiga sama si Tanti dan Bang Arman itu, ada aja alasannya supaya nggak ikut gabung."
Dede berhenti sebentar, menelan ludah.
"Tahu - tahu sekarang dia muncul. Bikin aku kesal. Bang Valen apalagi … enak kali ngomongnya dia. Itu baru yang tiga hari yang lalu. Ditambah lagi kasus dia jadi informan Mama itu. Kek mana nggak marah aku,