Kalau dipikir - pikir, mungkin memang ada hikmahnya. Setidaknya hari ini Dede tidak perlu keluar rumah di saat suasana hatinya masih berantakan. Kepalanya penuh, dadanya sesak, dan setiap sudut rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Kesempatan ini akhirnya ia pakai untuk meminta bantuan Kak Tiar menyusun baju ke dalam koper untuk persiapan keberangkatannya minggu depan.
"Mana baju yang sudah disetrika kemarin itu, Kak?" tanya Dede dari ambang pintu kamar.
"O, mau disusun sekarang?" sahut Kak Tiar dari ruang tengah.
"Iyalah, mumpung di rumah."
"Sebentar, biar Kakak ambilkan dulu kopernya. Bawa ke atas, kan?"
"Iya, di atas aja."
Dede lalu duduk di sofa kecil di depan kamarnya. Ponsel ada di tangannya, tapi layar itu lebih sering menyala lalu mati lagi tanpa benar - benar ia perhatikan