Dede mengangguk.
"Makasih ya, Bang," katanya pelan. "Udah sayang sama aku dengan cara yang nggak maksa."
Valen menghela napas, lalu tersenyum lembut.
"Makasih juga," balasnya. "Udah jadi pacar yang baik. Aku nggak nyesal sama sekali kalo kita pernah pacaran."
Mereka berdiri hampir bersamaan. Tidak ada pelukan panjang. Tidak ada tangisan keras. Hanya jarak yang perlahan tercipta dengan kesadaran penuh.
Valen mengulurkan tangan. Dede menyambutnya.
"Doakan aku ya," kata Valen.
"Iya," jawab Dede. "Semoga abang dapat jodoh yang baik. Yang bisa ikut abang ke mana pun."
Valen tersenyum.
"Kamu juga."
Mereka berjalan keluar kafe bersama, lalu masuk mobil. Valen menjalankan mobilnya dan mengantarkan Dede pulang.
Didalam perjalanan pulang itu Dede akhirnya membiarkan air matanya jatuh lebi