"O ..." Papa Sapta menanggapi singkat.
"Tapi kemarin dia ada telepon aku."
"Bilang apa aja dia?" tanya Papanya lagi.
"Nggak ada. Cuma cerita rencana mau ke Eropa itu. Itinerary nanti dia yang buat. Aku juga nggak tahu mau ke mana aja."
"Dia pasti ngerti lah," ucap Papa Sapta singkat.
"Hmm ..." Dede mengangguk kecil.
Tidak lama kemudian, Mama Indah menyusul. Wajahnya terlihat segar setelah mandi dan salat. Ia duduk di depan Dede, ikut makan, tapi tanpa nasi. Hanya sayur dan lauk yang ia ambil. Seperti biasanya, Mamanya memang jarang makan nasi di malam hari.
Mama Indah tidak banyak bicara. Ia mengunyah perlahan, wajahnya terlihat serius. Tidak ada ekspresi kesal, tidak juga tersenyum.
Walaupun tampak biasa, Dede merasakan ada aura yang berbeda. Udara di meja makan terasa lebih berat